Vas dan Barbie
Ilustrasi :
Dalam sebuah vas bening diisi kerikil, tinta hitam yang berasal dari cumi-cumi, kemudian diisi penuh dengan air. Dimasukkan lah sebuah barbie cantik berambut pirang panjang, berkulit mulus yang selalu menjadi dambaan & boneka kesukaan gadis kecil ke dalam vas tersebut.
Bawalah vas berisi barbie yang sudah tercampur dengan tinta hitam ditambah bau amis dari vas tersebut, dan tawarkanlah ke orang-orang. Siapakah yang mau menerimanya? Keluarkanlah barbie itu dari vas dan berikan ke orang, adakah yang mau menerima barbie itu? Bagaimana dengan penampilan barbie setelah dikeluarkan dari vas, masih cantik kah dia?
Ilustrasi tersebut lukisan sederhana tentang sebuah kehidupan. Vas beserta kerikil dan tinta hitam tersebut merupakan gambaran sederhana tentang sesuatu yang berada menyelimuti diri kita, bukan orang yang berada di sekitar kita. Itu adalah bukan "dia", bukan pula "mereka", melaikan "saya".
Sedangkan boneka barbie menggambarkan diri kita, diri "saya".
Lalu apa yang sebenarnya terjadi?
Setiap individu memiliki tantangan tersendiri dalam menjalani kehidupan; apapun itu, sekecil apapun itu, sebesar apapun itu, sebanyak apapun itu, serumit apapun itu. Tentu ada masa terpuruk, jatuh bangun, terseok-seok, bahkan yang terparah meratapi "nasib buruknya" yang tak berkesudahan. Hal seperti itu adalah hal yang sangat manusiawi yang di alami oleh setiap diri manusia. Tapi apakah seperti itu yang kita harapkan untuk hidup kita sendiri?
Berlama-lama dengan hal negatif seperti itu menyebabkan kita melupakan akan kecantikan diri kita yang sudah diciptakan Tuhan, melupakan manfaat kehidupan yang diberi Tuhan untuk diri kita, melupakan betapa berharganya hidup ini, melupakan betapa cantiknya diri kita saat tersenyum, melupakan betapa indahnya berbagi cinta dan menerima cinta.
Memang tidak ada kehidupan yang sempurna, tapi bangkit, mengumpulkan keberanian dan mendobrak "pintu negatif" itu jauh lebih baik daripada terus berada di dalam vas. Masih ada kehidupan yang indah diluar sini, masih ada orang yang peduli, masih ada anak yang membutuhkan kasih sayang, masih ada pasangan yang membutuhkan perlindungan, masih ada orang tua yang ingin melihat kebahagiaan kita, dan masih ada Tuhan yang Maha Besar.
Jika ingin bahagia berpikirlah bahwa "saya bahagia", jika ingin kaya berpikirlah bahwa "saya kaya", jika ingin berkasil berpikirlah bahwa "saya berhasil", jika ingin sukses berpikirlah bahwa "saya sukses". Pikirkan apa yang kita inginkan. Mencapai puncak kebahagiaan tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal, mencari kedamaian tidak perlu harus bepergian jauh mengasingkan diri dari keramaian. Semua itu bisa diciptakan dari hati kita. Jauh di dalam hati kita ada yang sesuatu yang belum pernah kita dengar karena kita terlalu sibuk.
Kemudian bagaimana dengan barbie yang sudah masuk ke dalam vas itu?
Barbie itu bisa dibersihkan dengan air bersih dan menggunakan sabun supaya wangi. Adakah orang yang menerimanya? Apakah dia kembali cantik?
Barbie itu masih sama cantiknya, yang membedakan adalah setelah dia keluar dari vas, dia membawa pelajaran hidup yang berharga yang membuatnya menjadi barbie spesial.
Read more
Dalam sebuah vas bening diisi kerikil, tinta hitam yang berasal dari cumi-cumi, kemudian diisi penuh dengan air. Dimasukkan lah sebuah barbie cantik berambut pirang panjang, berkulit mulus yang selalu menjadi dambaan & boneka kesukaan gadis kecil ke dalam vas tersebut.
Bawalah vas berisi barbie yang sudah tercampur dengan tinta hitam ditambah bau amis dari vas tersebut, dan tawarkanlah ke orang-orang. Siapakah yang mau menerimanya? Keluarkanlah barbie itu dari vas dan berikan ke orang, adakah yang mau menerima barbie itu? Bagaimana dengan penampilan barbie setelah dikeluarkan dari vas, masih cantik kah dia?
Ilustrasi tersebut lukisan sederhana tentang sebuah kehidupan. Vas beserta kerikil dan tinta hitam tersebut merupakan gambaran sederhana tentang sesuatu yang berada menyelimuti diri kita, bukan orang yang berada di sekitar kita. Itu adalah bukan "dia", bukan pula "mereka", melaikan "saya".
Sedangkan boneka barbie menggambarkan diri kita, diri "saya".
Lalu apa yang sebenarnya terjadi?
Setiap individu memiliki tantangan tersendiri dalam menjalani kehidupan; apapun itu, sekecil apapun itu, sebesar apapun itu, sebanyak apapun itu, serumit apapun itu. Tentu ada masa terpuruk, jatuh bangun, terseok-seok, bahkan yang terparah meratapi "nasib buruknya" yang tak berkesudahan. Hal seperti itu adalah hal yang sangat manusiawi yang di alami oleh setiap diri manusia. Tapi apakah seperti itu yang kita harapkan untuk hidup kita sendiri?
Berlama-lama dengan hal negatif seperti itu menyebabkan kita melupakan akan kecantikan diri kita yang sudah diciptakan Tuhan, melupakan manfaat kehidupan yang diberi Tuhan untuk diri kita, melupakan betapa berharganya hidup ini, melupakan betapa cantiknya diri kita saat tersenyum, melupakan betapa indahnya berbagi cinta dan menerima cinta.
Memang tidak ada kehidupan yang sempurna, tapi bangkit, mengumpulkan keberanian dan mendobrak "pintu negatif" itu jauh lebih baik daripada terus berada di dalam vas. Masih ada kehidupan yang indah diluar sini, masih ada orang yang peduli, masih ada anak yang membutuhkan kasih sayang, masih ada pasangan yang membutuhkan perlindungan, masih ada orang tua yang ingin melihat kebahagiaan kita, dan masih ada Tuhan yang Maha Besar.
Jika ingin bahagia berpikirlah bahwa "saya bahagia", jika ingin kaya berpikirlah bahwa "saya kaya", jika ingin berkasil berpikirlah bahwa "saya berhasil", jika ingin sukses berpikirlah bahwa "saya sukses". Pikirkan apa yang kita inginkan. Mencapai puncak kebahagiaan tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal, mencari kedamaian tidak perlu harus bepergian jauh mengasingkan diri dari keramaian. Semua itu bisa diciptakan dari hati kita. Jauh di dalam hati kita ada yang sesuatu yang belum pernah kita dengar karena kita terlalu sibuk.
Kemudian bagaimana dengan barbie yang sudah masuk ke dalam vas itu?
Barbie itu bisa dibersihkan dengan air bersih dan menggunakan sabun supaya wangi. Adakah orang yang menerimanya? Apakah dia kembali cantik?
Barbie itu masih sama cantiknya, yang membedakan adalah setelah dia keluar dari vas, dia membawa pelajaran hidup yang berharga yang membuatnya menjadi barbie spesial.




