Ads 468 X 60

Vas dan Barbie

Ilustrasi :

Dalam sebuah vas bening diisi kerikil, tinta hitam yang berasal dari cumi-cumi, kemudian diisi penuh dengan air. Dimasukkan lah sebuah barbie cantik berambut pirang panjang, berkulit mulus yang selalu menjadi dambaan & boneka kesukaan gadis kecil ke dalam vas tersebut.

Bawalah vas berisi barbie yang sudah tercampur dengan tinta hitam ditambah bau amis dari vas tersebut, dan tawarkanlah ke orang-orang. Siapakah yang mau menerimanya? Keluarkanlah barbie itu dari vas dan berikan ke orang, adakah yang mau menerima barbie itu? Bagaimana dengan penampilan barbie setelah dikeluarkan dari vas, masih cantik kah dia?

Ilustrasi tersebut lukisan sederhana tentang sebuah kehidupan. Vas  beserta kerikil dan tinta hitam tersebut merupakan gambaran sederhana tentang sesuatu yang berada menyelimuti diri kita, bukan orang yang berada di sekitar kita. Itu adalah bukan "dia", bukan pula "mereka", melaikan "saya".
Sedangkan boneka barbie menggambarkan diri kita, diri "saya".

Lalu apa yang sebenarnya terjadi?

Setiap individu memiliki tantangan tersendiri dalam menjalani kehidupan; apapun itu, sekecil apapun itu, sebesar apapun itu, sebanyak apapun itu, serumit apapun itu. Tentu ada masa terpuruk, jatuh bangun, terseok-seok, bahkan yang terparah meratapi "nasib buruknya" yang tak berkesudahan. Hal seperti itu adalah hal yang sangat manusiawi yang di alami oleh setiap diri manusia. Tapi apakah seperti itu yang kita harapkan untuk hidup kita sendiri?

Berlama-lama dengan hal negatif seperti itu menyebabkan kita melupakan akan kecantikan diri kita yang sudah diciptakan Tuhan, melupakan manfaat kehidupan yang diberi Tuhan untuk diri kita, melupakan betapa berharganya hidup ini, melupakan betapa cantiknya diri kita saat tersenyum, melupakan betapa indahnya berbagi cinta dan menerima cinta.

Memang tidak ada kehidupan yang sempurna, tapi bangkit, mengumpulkan keberanian dan mendobrak "pintu negatif" itu jauh lebih baik daripada terus berada di dalam vas. Masih ada kehidupan yang indah diluar sini, masih ada orang yang peduli, masih ada anak yang membutuhkan kasih sayang, masih ada pasangan yang membutuhkan perlindungan, masih ada orang tua yang ingin melihat kebahagiaan kita, dan masih ada Tuhan yang Maha Besar.

Jika ingin bahagia berpikirlah bahwa "saya bahagia", jika ingin kaya berpikirlah bahwa "saya kaya", jika ingin berkasil berpikirlah bahwa "saya berhasil", jika ingin sukses berpikirlah bahwa "saya sukses". Pikirkan apa yang kita inginkan. Mencapai puncak kebahagiaan tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal, mencari kedamaian tidak perlu harus bepergian jauh mengasingkan diri dari keramaian. Semua itu bisa diciptakan dari hati kita. Jauh di dalam hati kita ada yang sesuatu yang belum pernah kita dengar karena kita terlalu sibuk.

Kemudian bagaimana dengan barbie yang sudah masuk ke dalam vas itu?

Barbie itu bisa dibersihkan dengan air bersih dan menggunakan sabun supaya wangi. Adakah orang yang menerimanya? Apakah dia kembali cantik?
Barbie itu masih sama cantiknya, yang membedakan adalah setelah dia keluar dari vas, dia membawa pelajaran hidup yang berharga yang membuatnya menjadi barbie spesial.
Read more

Keberanian

Dalam kehidupan ada jalan-jalan bercabang dan tangga-tangga kecil yang harus dilewati, mau tidak mau; suka tidak suka, semuanya terserah pada diri kita.
kita yang menentukan pilihan untuk hidup kita
Disadari ataupun tidak, sudah sejak kita terlahir di dunia kita sudah berhadapan dengan 'sebuah keputusan'. Sekecil apapun hal itu, kita sudah 'memutuskan'. Dan sampai detik ini kita pun masih berhadapan dengan 'sebuah keputusan'.

Impian

"Mimpi adalah dunia anak-anak."
Sebagian anak yang sudah tumbuh besar dan menjadi dewasa mungkin saat ini sudah melupakan cita-cita masa kecilnya, sebagian anak saat ini mungkin menjadikan cita-cita masa kecilnya menjadi nyata, sebagian lagi mungkin saat ini sedang menjalani proses cita-cita masa kecilnya, sebagiannya lagi saat ini mungkin sedang membuat cita-cita baru. Cita-cita yang sudah ditanamkan sejak kecil itulah berubah menjadi sebuah impian, ia tersimpan di pikiran kita.

Setiap anak bertumbuh dan terus bertumbuh, dia melewati lorong waktu kehidupannya dan memutuskan keputusan-keputusan untuk hidupnya. Begitu terus hingga sang anak menjadi dewasa sehingga peran orang tua menjadi pemerhati yang setia.

Keberanian dari segala aspek sang anak di uji ketika ia berhadapan dengan sebuah pilihan. Kedewasaannya pun di uji untuk memutuskan hal tersebut dengan bijak. Ketika segala kenyamanan yang ada di rubuhkan oleh kuatnya impian yang ingin ia wujudkan dengan satu jalan yang harus dipilihnya, maka ia pun harus memiliih. Satu jalan yang dipilihnya tentu ada yang dikorbankan, zona nyaman.
Ada hal yang tidak diketahui oleh semua orang bahwa ketika seseorang mendobrak sebuah zona nyamannya, sebenarnya ia sedang mempercantik keberaniannya. Cantik versi kehidupan bukan pada polesan make up senatural mungkin, melainkan merubuhkan zona nyaman yang indah berkilau.




Read more

Hidup Adalah Anugerah

Hari ini, sebelum Anda berpikir untuk mengucapkan kata-kata yang tidak baik,
pikirkanlah orang-orang di luar sana yang tidak dapat berbicara.

Sebelum Anda mengeluh tentang rasa makanan Anda yang kurang enak,
pikirkanlah orang-orang di luar sana yang tidak memiliki apapun untuk dimakan.

Sebelum Anda mengeluh tentang bagaimana suami atau istri Anda,
pikirkanlah orang-orang di luar sana yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.

Hari ini sebelum Anda mengeluh tentang hidup,
pikirkanlah orang-orang di luar sana yang begitu cepat dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Sebelum Anda mengeluh tentang anak-anak Anda,
pikirkanlah orang-orang di luar sana yang sangat menginginkan mempunyai anak tetapi belum diberikan keturunan.

Sebelum Anda bertengkar karena rumah Anda yang kotor dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu,
pikirkanlah orang-orang di luar sana yang tinggal di jalanan beralaskan koran.

Sebelum Anda mengeluh tentang seberapa jauh perjalanan Anda berkendara,
pikirkanlah orang-orang di luar sana yang berjalan menempuh jarak yang sama dengan kaki mereka.

Dan ketika Anda lelah dan mengeluh tentang pekerjaan Anda,
pikirkanlah orang-orang di luar sana yang pengangguran, orang cacat dan mereka yang berharap mereka memiliki pekerjaan.

Tapi sebelum Anda memikirkan untuk menuding atau menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada satupun dari kita yang luput dari dosa.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkan Anda,
tersenyumlah, dan bersyukur kepada Tuhan karena Anda masih hidup dan masih sekitar.


Hidup adalah anugerah, maka: Hiduplah, Nikmatilah, Rayakanlah, dan Penuhilah :)




Read more

Gadis Yang Tak Bisa Melihat

Di sebuah cerita, ada seorang anak gadis yang membenci dirinya sendiri karena tidak bisa melihat. Dia juga membenci semua orang, kecuali satu, yaitu kekasihnya. Dia berjanji, ia akan menikahi kekasihnya seandainya ia bisa melihat seisi dunia, karena menurutnya kekasihnya selalu ada untuknya.

Suatu hari, doa gadis itu terpenuhi, seseorang mendonasikan sepasang mata kepadanya. Dan kini ia sudah bisa melihat dunia beserta isinya, termasuk juga kekasihnya.

Kekasihnya pun bertanya, "Engkau kini sudah bisa melihat dunia, maukah engkau menikah dengan ku?"

Si gadis yang tak lagi buta itu terkejut, karena ternyata kekasihnya juga buta.

Gadis itu pun menolak untuk menikah dengan nya.

Kekasihnya pergi, membawa sakit hati.

Tak lama kemudian, si gadis menyadari bahwa kekasihnya meninggalkan sepucuk surat.

Surat yang bertuliskan:

"Ku berikan sepasang mataku itu untuk mu, tolong engkau jaga baik-baik.."


Begitu cepatnya seseorang bisa berubah, hanya karena status nya berubah.
Hanya sedikit orang yang mengingat bagaimana keadaan hidupnya dulu.
Dan hanya sedikit orang yang bersedia untuk selalu ada, dalam keadaan apapun.


Read more

Lebah


Menurut para ilmuwan, lebah mempunyai tubuh yang terlalu berat untuk ukurannya serta sayap yang terlalu pendek dan kecil. Secara terori aerodinamika, lebah tidak memungkinkan untuk terbang. Tapi karena lebah ga tau tentang fakta-fakta itu, mereka lanjut terbang aja. :)

Ketika kita tidak memikirkan tentang keterbatasan yang kita punya, kita akan terkejut oleh apa yang bisa kita lakukan.

Satu-satunya keterbatasan yang kita punya adalah yang kita buat sendiri.

Don't let education put limitations on you :)

Read more

Rantai Kebaikan (The Chain of Love)


Suatu hari seorang pria melihat seorang wanita tua, terdampar di pinggir jalan, bahkan dalam cahaya temaram malam itu, Ia dapat melihat bahwa wanita itu sedang membutuhkan bantuan. Jadi dia memarkir motor bututnya di depan Mercedes milik wanita itu yang terlihat masih menggerutu ketika Ia menghampirinya.

Dia melihat wanita itu sedikit tersenyum, namun bahkan dalam senyuman di wajahnya itu, si pria masih bisa merasakan kekhawatiran dari dalam diri wanita tersebut. Tidak ada yang mau membantunya selama sejam terakhir ini. Apakah pria ini akan menyakitinya? Dia terlihat miskin dan kelaparan, mungkin dia hanya mengincar uangku. Pria itu dapat menangkap kekhawatiran wanita tersebut, tapi dia dapat mengerti bagaimana perasaan itu, siapa pun bisa memiliki perasaan itu apabila sedang kebingungan dan terlebih lagi dalam cuaca dingin seperti malam itu.

"Saya di sini untuk membantu Anda, Bu." Kata pria itu dengan senyuman. "Mengapa Ibu tidak masuk ke dalam mobil saja agar merasa lebih hangat sementara Saya memperbaiki mobil Ibu? Ngomong-ngomong, nama Saya Bryan Anderson."

Yah, masalahnya hanya ban kempes, tapi bagi seorang wanita tua, itu masalah yang cukup buruk. Bryan harus merangkak ke bawah mobil untuk menemukan tempat agar dia bisa menempatkan dongkrak, sesekali menguliti buku-buku jari tangannya. Dan segera mengganti ban yang kempes dengan ban cadangan, meski harus berkotor-kotor dan beberapa luka di tangannya.

Di saat Bryan sedang mengencangkan baut-baut pada ban, si wanita menurunkan kaca jendela dan mulai berbicara dengannya. Dia mengatakan kepadanya bahwa Ia berasal dari kota dan kebetulan sedang lewat jalan ini. Dia mengatakan bahwa dia tidak bisa cukup berterima kasih kepadanya karena sudah datang untuk menolong.

Bryan hanya tersenyum ketika Ia sedang mengembalikan peralatan ke dalam bagasi. Wanita itu bertanya, berapa Ia berhutang kepadanya atas bantuan yang Ia berikan? Uang tentu bukan masalah baginya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya apabila tidak ada yang datang menolongnya.

Tapi bagi Bryan, Ia tidak pernah berpikir sekalipun tentang bayaran, karena menurutnya ini bukan pekerjaan, melainkan bantuan kepada mereka yang sedang membutuhkan, karena dia pun telah merasakan banyak yang memberikan tangan kepadanya di masa lalu, dan hidup dengan cara itu sampai dengan sekarang. Namun dia mengatakan kepada wanita itu, apabila dia benar-benar ingin 'membayar' hutangnya, maka di lain waktu Ia melihat ada seseorang yang sedang membutuhkan bantuan, Ia bisa 'membayar' dengan memberikan orang itu bantuan yang mereka butuhkan. Dan Bryan menambahkan, "Dan, ingat tentang Aku."

Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan melaju pergi, kemudian Ia melanjutkan perjalanan dengan motor bututnya. Malam yang dingin dan melelahkan, namun Ia merasa lebih baik. Dan menghilang ke dalam senja.



Beberapa kilometer di jalan, wanita itu melihat sebuah kafe dan memutuskan untuk singgah sebentar memesan coklat hangat, sebelum Ia melanjutkan perjalanan pulang. Sebuah kafe kecil di dalam pom bensin tua yang tak terurus, merupakan tempat yang asing baginya, namun Ia benar-benar butuh ada sesuatu untuk dimakan. Pelayan datang dengan membawa handuk bersih untuk menyeka rambutnya yang basah karena salju. Pelayan ini mempunyai senyum yang manis yang setiap orang melihatnya tidak akan mudah untuk melupakan senyuman itu. Wanita itu melihat si pelayan dalam keadaan mengandung, sekitar depalan bulan, meskipun begitu dia tidak membiarkan lelah dan nyeri mengubah sikapnya ke pelanggan dan memilih untuk melayani dengan sepenuh hati. Bagaimana seseorang yang sedikit memiliki, tapi bisa banyak memberi kepada orang lain? pikirnya. Lalu, Ia teringat akan Bryan.

Setelah wanita itu selesai makan, Ia memberikan pelayan itu satu lembar uang pecahan 100 dolar (jumlah yang lumayan banyak bagi si pelayan), dan si pelayan mengatakan bahwa Ia akan segera kembali untuk membawa kembalian. Namun wanita itu segera menyelinap keluar pintu, dan hilang saat si pelayan kembali ke meja. Pelayan itu bertanya-tanya kok bisa wanita itu sampai lupa kembaliannya? Lalu Ia melihat sesuatu tertulis di serbet.

Air matanya mengalir ketika Ia membaca apa yang ditulis oleh wanita itu: "Anda tidak berhutang apa-apa. Saya juga pernah mengalami kondisi seperti yang Anda alami sekarang. Seseorang pernah membantu Saya, sama seperti Saya membantu Anda sekarang. Namun apabila Anda benar-benar ingin 'membayar' kembali, yang harus Anda lakukan adalah, jangan sampai rantai kebaikan ini putus di Anda" Dan Ia menemukan bahwa di bawah serbet masih ada 5 lembar pecahan 100 dolar lagi.

Malam masih terus berlalu, pelanggan masih banyak yang datang, masih banyak yang harus dilayani, masih banyak meja yang masih harus dibersihkan, tapi pelayan itu masih berhasil melewati satu malam lagi.

Malam itu ketika dia pulang kerja dan naik ke tempat tidur, dia teringat akan uang serta apa yang ditulis oleh wanita tadi. Bagaimana wanita itu bisa tahu betapa Ia dan suaminya sangat membutuhkannya? Ia melihat suaminya dan tau betapa khawatirnya dan kerasnya Ia berusaha untuk mempersiapkan anaknya yang sebentar lagi lahir. Dan saat Ia berbaring tidur di sampingnya, Ia memberinya ciuman lembut dan berbisik, "Jangan khawatir, mulai sekarang semuanya akan baik-baik saja. I love you, Bryan Anderson.."


There is an old saying “What goes around comes around.” :)












Read more

Harga Sebuah Pengetahuan


Sebuah mesin kapal raksasa tidak berfungsi. Pemilik kapal mencoba satu demi satu ahli mesin yang ada di sana, namun tidak satu pun dari mereka yang tahu bagaimana caranya membuat mesin tersebut kembali bekerja.

Kemudian mereka memanggil seorang pria tua yang dikenal telah memperbaiki banyak kapal sejak Ia masih muda.

Pria tua itu datang dengan mambawa tas berisi peralatan yang besarnya hampir sama dengan ukuran tubuhnya. Segera setelah Ia sampai di sana, dia langsung mengamati mesin kapal tersebut, dari atas ke bawah, dari depan ke belakang, sekeliling, sangat teliti, sangat hati-hati, namun hanya mengamati.

Dua orang pemilik kapal masih berada di sana, berharap pria tua itu tahu apa yang dia kerjakan.

Setelah beberapa menit, pria tua itu beranjak dari mesin tersebut lalu menggapai tas penuh peralatan, dan hanya mengeluarkan sebuah palu. Dengan lembut dia mengetuk sesuatu di mesin tersebut.

Seketika itu juga mesin kapal itu kembali bekerja. Dan setelah dipastikan cukup lama, mesin itu masih terus bekerja seperti tanpa pernah ada masalah sebelumnya.


Seminggu kemudian, si pemilik kapal menerima tagihan dari pria tua tersebut sebesar 10 juta.

"Apa-apaan ini?!" Seru si pemilik kapal. "Kerjanya hanya satu kali ketuk palu tapi tagihannya semahal ini??"

Mereka pun mengirimkan catatan kepada pria tua itu agar mengirimkan kembali tagihan yang lebih terperinci.

Pria tua itu pun mengirimkan kembali tagihan, dan kali ini dengan rincian:

Satu kali ketuk palu .................................................. 20.000
Pengetahuan di mana harus mengetuk nya............. 9.980.000


Usaha itu penting, namun mengetahui di mana harus berusaha itu yang membuat perbedaan :)




Read more

Paku dan Pagar


Ada seorang anak lelaki yang memiliki tempramen buruk. Suatu hari sang ayah memberinya sekantung paku, dan mengatakan kepadanya bahwa setiap kali Ia merasa marah atau kehilangan kesabaran, Ia harus mem-palu satu buah paku dari kantung tersebut ke dalam pagar. Dan dalam satu hari itu saja si anak telah menancapkan sebanyak 37 buah pake ke dalam pagar tersebut. (what a temper boy)

Selama beberapa minggu kedepan saat si anak lelaki mulai belajar untuk mengendalikan amarahnya, jumlah paku yang Ia tancapkan mulai berkurang setiap harinya. Dan Ia menemukan bahwa lebih mudah untuk menahan amarahnya ketimbang menancapkan paku ke dalam pagar.

Akhirnya datanglah hari dimana anak lelaki itu tidak merasakan marah sama sekali. Dia pun menceritakan hal itu kepada ayahnya, lalu ayahnya menyarankan dia untuk mencabut paku-paku tersebut dari pagar sebagai bentuk bahwa Ia telah berhasil menahan amarahnya. Satu hari satu buah paku.

Hari demi hari berlalu, sampai akhirnya anak lelaki itu bisa memberi tahu ayahnya bahwa Ia telah berhasil mencabut semua paku yang pernah Ia tancapkan.

Sang ayah menggapai tangan anak kesayangannya itu, kemudian menuntun nya berjalan menyusuri pagar. Sang ayah berkata, "Kerja bagus, anakku. Tapi coba lihat lubang-lubang bekas paku itu, pagarnya tak akan pernah sama lagi seperti yang dulu. Ketika Kamu mengatakan sesuatu disertai amarah, itu akan meninggalkan luka, seperti halnya lubang pada pagar ini."




Kita dapat dengan mudah menancapkan pisau ke tangan seseorang. Tidak peduli sebanyak apa pun kita mengatakan "maaf", bekas luka nya akan selalu ada.

Next time if you want to say something in temper to someone, think twice. :)




Sumber : Thoughtful and Inspirational Stories
Read more

Sumpit


Seorang wanita lanjut usia yang telah menghabiskan hidupnya dengan penuh kebaikan, punya satu keinginan: "Sebelum Aku meninggal, Aku berharap dapat diizinkan untuk melihat Surga dan Neraka." Keinginannya pun dikabulkan.

Dia dibawa ke sebuah ruang pesta besar, dimana terdapat banyak meja makan yang di atasnya terhampar semua makanan paling enak dari penjuru dunia. Namun anehnya, orang-orang yang duduk di sana terlihat sedih dan murung, sengsara dan kelaparan.

"Kenapa mereka seperti itu?" Dia bertanya kepada malaikat yang menemaninya.

"Lihatlah tangan mereka" Jawab malaikat.

Lalu wanita itu melihat bahwa masing-masing tangan orang-orang itu diikat dengan sumpit besar, sehingga mereka tidak bisa membengkokkan siku tangannya. Setiap kali mereka mencoba untuk mengambil makanan dengan sumpit itu selalu saja gagal, alhasil mereka frustasi, sengsara, dan kelaparan.

"Aku tau, ini pasti neraka. Tolong bawa aku pergi dari sini!"


Kemudian, sekali lagi wanita itu dibawa ke sebuah ruang pesta besar persis seperti yang Ia lihat sebelumnya, dimana terdapat banyak meja makan yang di atasnya terhampar semua makanan paling enak dari segala penjuru dunia. Bedanya, semua orang di sini tampak sangat bahagia, tertawa, kenyang, puas dan gembira.

"Ah, Aku tau, tangan mereka pasti gak diikat sumpit, ya kan?"

"Oh ya? Coba lihat aja"

Lalu wanita itu melihat bahwa masing-masing tangan orang-orang itu masih diikat dengan sumpit besar, sehingga mereka tidak bisa membengkokkan siku tangannya. Setiap kali mereka mencoba untuk mengambil makanan dengan sumpit itu, mereka tidak bisa memasukkan makanan itu ke dalam mulut mereka sendiri.

"Tapi, Aku gak ngerti, kenapa mereka bisa bahagia sekali?" Tanya nya penasaran.

Dan malaikat pun menjawab, "Di tempat sebelumnya orang-orang sedih karena tidak bisa menikmati makanan untuk mereka sendiri. Di sini, mereka telah belajar, untuk memberi makan kepada yang lain, dan menerima makanan dari yang lain."



Life is just about 'give and take', to giving what you have to people around you, and taking what they share to you. One circle, called Happiness :)

Read more

Dua Ekor Serigala



Seorang kakek suku asli Indian sedang berbicara dengan cucunya mengenai kehidupan.  

Dia berkata, "Di dalam diri kita terdapat dua ekor serigala yang selalu bertarung. Yang satu penuh dengan dendam, amarah dan kekerasan. Dan yang satu lagi penuh cinta, kelembutan, dan kasih sayang." 

Kemudian cucunya bertanya, "Lalu serigala yang mana yang menang, Kek?"

Si Kakek menjawab, "Yang menang adalah dia yang selalu kita beri makan."





Read more